Monica Shares | Penantian
1599
post-template-default,single,single-post,postid-1599,single-format-standard,ajax_updown,page_not_loaded,,qode-title-hidden,transparent_content,qode-theme-ver-11.2,qode-theme-bridge

Penantian

Untuk kamu yang sedang dalam penantian.

Pagi itu, saya dan teman perempuan saya, Devi, pergi berlari pagi di sebuah taman jogging. Hari itu sengaja saya membuat target lari pagi lebih jauh dari biasanya. Ketika Devi ingin beristirahat, saya tetap ingin berlari. Maka kami pun terpisah dan berlari masing-masing. Saya berlari ke suatu putaran yang lebih jauh, berpikir bila Devi berjalan santai, maka saya akan menemui dia kembali di awal putaran tersebut.

Saya pun berlari sendiri dan sekembalinya ke awal putaran, saya melihat kesana kemari dan tidak melihat perempuan berkaos merah dan celana hitam. Saya yakin pasti akan bertemu, tetapi dimana ya dia? Apakah masih tertinggal di belakang atau sudah di depan jalan sana? Maka saya putuskan untuk berlari pelan-pelan dan berputar di putaran berbeda. Kembali dari putaran itu, saya belum menemukan Devi. Saya pun akhirnya memanggilnya di WhatsApp, “dmn u?” tetapi pesan saya tidak segera dibaca. Saya duduk di kursi terdekat sebentar, lalu berjalan santai mengikuti arus jalan di taman jogging tersebut. Sempat terpikir di benak saya untuk berjalan berlawanan dengan arus, dengan asumsi Devi masih di belakang saya dan bila saya berlari berlawanan arah, maka kami akan bertemu di suatu titik. Tetapi, akal saya berkata tetap berjalan lurus saja, tetapi pelan-pelan saja.

Melihat sejauh mata memandang, saya belum menemukan ciri-ciri Devi di sekitar saya. Hingga saya kembali melihat smartphone saya, dan Devi telah membalas chat saya. “Di dkt pintu parkiran.” Begitu jawabnya. Saya yang sudah mengenal baik taman jogging tersebut, tahu benar dimana Devi, dia sudah jauh di depan saya. Hampir 1/3 perjalanan memutar taman jogging tersebut! Duh, segera saya tancap gas, berlari mengikuti arus jalan hingga terletih. Setelah bertemu Devi, dia bertanya, “Kok u malah di belakang?

Ketika saya berhenti berlari atau berjalan pelan-pelan, sebenarnya saya sedang membuat jarak kami semakin jauh. Ketika saya ingin berlari melawan arus, ibarat saya ingin mencari jalan pintas. Ketika saya melihat kesana-kemari, sebenarnya saya terlalu khawatir dan merencanakan ini itu yang tidak semestinya dilakukan. Ketika saya membuka smartphone dan bertanya, mungkin itu hal yang paling tepat, yaitu ibarat kita yang berdoa memohon kepada Allah yang Mahatahu.

Bagaimana bila Allah menjawab bahwa dia yang kamu cari ada di depan sana? Sementara kamu masih di tempat yang sama dan terus melihat ke belakang? Belum bisa melupakan dan belum bisa memaafkan yang lalu-lalu. Bagaimana bila dia yang kita cari sudah berlari jauh ke depan dan menanti dirimu di depan sana, tetapi kamu masih bergulat dengan kekhawatiranmu yang tidak nyata dan tersangkut di kedangkalan imanmu.

Untuk kamu yang sedang mencari cinta, berlarilah! Jangan berhenti mengembangkan dirimu, jangan habiskan waktumu mencari dia yang tidak ada di belakang. Untuk kamu yang sedang berharap, berdoalah! Bertanyalah kepada-Nya, Allah yang dekat pada-Mu. Untuk kamu yang ragu untuk melangkah, beranikanlah dirimu untuk mengambil keputusan untuk mengampuni, melepaskan dan membuka lembaran baru. Untuk kamu yang khawatir dan tidak sabar, adalah asumsi belaka bila jalan pintas akan mengurangi waktu yang lama itu. Semakin kamu memikirkannya, merencanakan hal-hal berlandaskan kekhawatiran, semakin terasa lama waktu penantian itu.

Berjalanlah dan melangkahlah dalam iman. Kembangkanlah setiap talenta yang ada dalam dirimu. Perkaya dirimu dengan ilmu dan keahlian yang kamu tekuni. Jagalah dan bangunlah relasi-relasi yang berkualitas. Beranikanlah dirimu mengambil komitmen untuk membagikan dirimu pada komunitas dan masyarakatmu. Karena masa-masa penantian ini tidak akan kembali lagi, setelah kamu menemukan apa yang kamu cari. Nikmatilah penantian ini. Psst! Semua orang pasti pernah menanti. Bersabarlah!

1Comment
  • Drey
    Posted at 06:35h, 17 January Reply

    I always admire how you put your thoughts into writings. Keep inspiring many more girls who are in their #Evehood journey.

    You are always in my prayers.
    ~Drey

Post A Comment